Minggu, 21 Agustus 2011

Harapan Terakhir

Benang merah telah berlalu dari hadapan, tak terasa malam bergulir, begitu terbangun pagi sudah menjelang, putaran kehidupan terus berulang tak tahu kapan akan berakhir. atau kemana akan berakhir dan kepada siapa akan berakhir. perjuangan panjang telah membawa kepada keabadian kelupaan akan hakekat diri dan penciptaannya. tanpa sengaja kita telah banyak tak mengunjungi sang pencipta.
lalu kemana harapan ini akan tersampir dan kemana ujung kehidupan ini akan disimpulkan. tulang-tulang ini telah terbanting hingga kokoh. kaki-kaki ini telah berkeliling dunia 100 kali, mata ini telah dinyalakan jutaan jam, baterai ini telah digunakan puluhan tahun. tak jua semua usang hingga keputus asaan datang. tak terbayangkan semua yang telah di abdikan ternyata kesia-siaan karena tak tahu kemana akan diberikan.

Renungan

Jika kita sadari sebenarnya apa yang kita butuhkan dalam hidup ini ?
Pertanyaan itu kadang tidak terfikirkan karena banyaknya ambisi yang masuk ke otak kita, pernahkah kita sadari bahwa hidup ini indah tanpa harus bergelimangan harta. pernahkan kita lihat orang yang tengah asik duduk menikmati pemandangan, seorang bapak yang sedang menimang anaknya, seorang ibu yang melantunkan lagu dongengan untuk buah hatinya, atau kadang pernahkah kita mengaca di cermin. sudah berapa lama kita hidup di dunia ini. akankan kita akan selamanya seperti ini. ataukan akan kita cari kebahagian sejati dikala sendiri maupun bersama-sama. waktu telah merupah diri kita seperti robot tak bertuan. kita tak pernah berfikir ke mana kita akan menuju setelah mati menjemput. pemberhentian terakhir tak pernah kita kenali. lalu apa yang menjadikan kita seperti itu ???